Minggu, 27 Oktober 2013

dibalik sebuah pelukan




Dibalik Sebuah Pelukan
“Ada sesuatu yang sangat hebat yang kita miliki, di tangan, lengan, dan jari-jari kita. Kekuatan yang mampu membuat seseorang bahagia……. Sebuah Pelukan” – Kathleen Keating Schloesinger.

Pernahkah Anda merasa ingin sekali dipeluk seseorang? Pelukan seakan dapat menyembuhkan perasaan tak nyaman, tak aman, kebingungan, dll. Itu semua wajar karena menurut Elly Nagasaputra dari konselingkeluarga.com, pelukan dapat memberi efek psikologis yang baik, yaitu memberikan ketenangan.
Semua manusia baik pria/wanita, anak kecil/dewasa, secara fisik dan emosional membutuhkan sentu8han dalam hidupnya. Kita semua dalam tubuh yang terpisah-pisah tapi untuk hidyup kita perluy saling terhubung.

DEJAVU HANGATNYA RAHIM IBU
Kita sudah mengenal pelukan sejak awal kehidupan kita. Pelukan yang hangat memberikan dejavu akan rasa aman seperti saat masik berada di dalam Rahim ibu. Itulah mengapa anak sangat suka dipeluk. Karena itu pentingnya untuk segera memberikan bayi yang dilahirkan kepada ibunya. Kontak fisik dari awal bayi lahir akan memberikan kelekatan yang kuat antara ibu dan anaknya yang sangat baik bagi perkembangan psikologis sang anak.

MENGENAL,TERHUBUNG, DAN TERIKAT
Sentuhan – pelukan adalah salah satu cara yang paling utama yang memungkinkan tubuh kita untuk saling bersinggungan dan berhubungan dengan orang lain. Dengan pelukan kita bertemu dengan dunia yang ada di luar diri kita, tepatnya di luar batas kulit tubuh kita.” Dan Schloessinger menyimpulkan, “Dengan saling bersentuhan kita bertemu, mengenal, terhubung, terikat, dan merasa saling memiliki.”
Secara khusus, dalam relasi antarmanusia, Dr Achal Bhagat, seorang psikiater di India, mengungkapkan, ”Sentuhan adalah komponen penting dalam sebuah kelekatan, karena fungsinya untuk membentuk ikatan antara dua individu.”
Apa yang dikatakan oleh Bhagat sejalan dengan hasil penelitian Dr Kathleen C. Light dari University of North Carolina tentang efek kontak fisik terhadap kadar oksitosin dalam darah. Oksitoksin adalah salah satu hormon, yang dalam berbagai penelitian sebelumnya telah terbukti dapat memperkuat ikatan antarindividu. Dalam penelitian ini Light menemukan bahwa pasangan yang sering melakukan kontak fisik yang hangat – seperti memeluk, berpegangan tangan, duduk berdekatan, dan sebagainya – ternyata memiliki kadar oxytocin yang lebih tinggi dalam darahnya. Tak hanya pada pasangan pria dan wanita, kadar oksitosin yang meningkat ternyata juga ditemukan pada ibu yang lebih sering memeluk bayinya.

“SENJATA” MENGHADAPI MASALAH FISIK DAN PSIKIS
Selain sebagai alat untuk mengekspresikan rasa sayang, sekaligus memperkuat ikatan antarpribadi, Helen Colton, seorang ahli touch therapy mengatakan, “Sentuhan adalah cara penyembuhan yang paling dasar, yang bahkan, kadangkala, lebih penting daripada obat. Dolores Krieger, RN, PhD, seorang profesor di New York University dan ahli di bidang terapi sentuhanmengatakan, “Ketika seseorang memeluk orang lain, jumlah hemoglobin yang membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh juga meningkat. Ketika jaringan ini menerima lebih banyak oksigen, maka mereka akan memiliki energi baru untuk meremajakan kembali sel-sel tubuh.” Ketika kebutuhan seseorang dipeluk terpenuhi, orang itu akan lebih kuat baik secara fisik maupun emosional  dan bahkan kemampuannya untuk menghadapi masalah serta trauma kehidupan meningkat.

HADIAH YANG MEMBAHAGIAKAN
Pelukan merupakan sentuhan yang hangat yang dapat membuat orang lain bahagia. Dan kita bias memberikan hadiah dengan melingkarkan lengan dengan sepenuh hati ke tubuh mereka. Hadiah tersebut bernama PELUKAN.

PELUKAN YANG ASLI
Pelukan adalah salah satu bentuk sentuhan yang bersifat akrab, dekat, intim, serta mesra.
Lima posisi yang tidak bisa dikatakan sebagai pelukan yang sesungguhnya:
1.      Frame Hug
Hanya kepala yang bersentuhan

2.      Half Hug
Bagian atas tubuh yang saling bersentuhan

3.      Chest-to-chest burp
Kedua orang saling menepuk punggung bentuk penghindaran kontak fisik dalam pelukan yang sebenarnya

4.      Wallet Rub
Dua orang berdiri berdampingan dan saling bersentuhan pinggul sampai paha

5.      Jock Twirl
Salah satu orang yang lebih kuat/lebih besar memeluk seseorang orang lain, mengangkat, lalu memutar orang tersebut

Pelukan yang sebenarnya adalah yang melibatkan seluruh tubuh. Kita memberikan seluruh tubuh kita kepada orang lain, tanpa ketakutan dan tanpa paksaan.

SARANA DAN PRASARANA BOLA BASKET SERTA TEKNIK DASAR BOLA BASKET


TUGAS OLAHRAGA
NAMA: ICHA REZNANDA
KELAS: XII IPA 2
ABSEN: 18



SARANA DAN PRASARANA PERMAINAN BOLA BASKET

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.
  1. 1.      Lapangan Bola  Basket
28 meter x 15 meter. Ukuran ini      dihitung dari batas garis sebelah dalam. Di bagian tengah lapangan, terdapat lingkaran dengan jari-jari 1,80 meter. Untuk ukuran lingkaran, jari-jarinya diukur dari sebelah luar garis lingkaran. Ukuran lapangan permainan bola basket adalah sebagai berikut :
1. Panjang lapangan                                             : 28 meter
2. Lebar lapangan                                                 : 15 meter
3. Jari-jari lingkaran                                               : 1,80 meter
4. Lingkaran daerah tembakan tiga angka               : 6,25 meter
5. Garis tembakan bebas ke garis belakang             : 5,80 meter
GambarGambarGambar
Lapangan bola basket indoor dan outdoor
  1. 2.      Ring Basket
Keranjang terdiri atas ring dan jala. Ring terbuat dari besi keras, sedangkan jala berupa tali anyaman yang pada umumnya terbuat dari bahan nilon.
1. Garis tengah ring                             : 0,45 meter
2. Tinggi ring dari tana                   : 3,5 meter
3. Panjang jala                              : 0,45 meter

 Gambar

  1. 3.      Papan Pantul
Papan pantul terbuat dari papan keras yang ditempatkan di belakang ring untuk memantulkan bola jika tidak masuk ke dalam keranjang atau untuk memasukkan bola ke dalam keranjang dengan teknik tertentu (teknik pantulan). Papan pantul terbuat dari kayu atau bahan lain yang sifatnya sama, tebal papan ini 3 cm.  Di tengah papan pantul terdapat garis bingkai empat persegi panjang dengan ukuran 0,59 meter x 0,45 meter. Ukuran papan pantul adalah sebagai berikut :
1. Tebal papan                                     : 0,003 meter
2. Panjang papan                                 : 1,20 meter
3. Lebar papan                                     : 0,90 meter
4. Tinggi papan dari lantai                      : 2,75 meter
5. Jarak dari belakang keranjang            : 0,15 meter
Gambar
  1. 4.      Tiang Penyangga
Tiang penyangga atau simpei terbuat dari besi dengan garis tengah 20 mm. Simpei berdiri dengan ketinggian dari atas lantai 3,03 meter.
  1. 5.      Bola Basket
Bola basket terbuat dari karet dan dilapisi bahan sintetis. Keliling bola antara 75 cm s.d. 78 cm, dan beratnya antara 600 gram s.d. 650 gram. Ketentuan standar bola dan ketika berisi udara adalah bila dipantulkan lantai yang keras dari tempat ketinggian 1,80 meter-bola akan memantul setinggi antara 1,20 meter s.d. 1,40 meter.
GambarGambar
Perlengkapan Teknik
1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat  waktu dan satu lagi untuk time out.
2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
4. Isyarat – scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET

A. PASSING DAN CATCHING
Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap (catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1 tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :
  1. Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan ( intercept) lawan.
  2. Timing harus tepat
  3. Perasaan (feeling)
  4. Hindari lemparan menyilang
Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macam-macam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar melempar bola tersebut al :
  1. Chest Pass ( Operan dada)
  2. Bounce Pass ( Operan pantulan)
  3. Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)
  4. Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)
Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat melakukan gerakan yang lain dengan baik.
B. DRIBBLING
Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih dari satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara menggiring bola al :
  1. Menggiring bola rendah ( untuk control bola).
  2. Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
  3. Menggiring campuran
Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.
C. SHOOTING
Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam menembak menentukan baik buruknya tembakan.
Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau menembaknya antara lain :
  1. One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
  2. Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).
D. PIVOT
Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya seorang pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain yang memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan bola. Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan pivot. Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan kesegala arah dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh terangkat atau tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau melangkah kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan agar bola dapat dijauhkan dari jangkauan lawan.
Pivot dapat berbentuk al :
  1. In Front Pivot (front turn).
  2. Reverse Pivot (reverse turn).
E. REBOUND
Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain, hal ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli mengatakan “ Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan bias menang “, hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.
Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).
  2. Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).
Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan ketepatan waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga para pemain sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan waktu (timing) dan menutup lawan.